Jumat, 19 Juni 2015

Lovela My sist :*




Ada seorang anak kecil yang lucu,imut,hitam manis kdang menjengkelkan tetapi penyanyang ,Namanya Lovela ia anak keempat dari empat bersaudara, ia juga adalh adik sepupuku , 
Ketika ia berulang Tahun yang kedelappan tahun ia mengharapkan papah dan mamah nya diberi kesehattan kekuatan dan umur yang panjang, ia juga berdoa demikian untuk diri nya sendiri, dan saat itu abang angkatnya ingin wisuda diJAKARTA
Setelah beberapa hari kemudian  adik terkasihku ini pergi kejakarta,untuk menemuai abangnya, mungkin sudah pertanda bahwa ia akan pergi, Ia pergi  kejakarta tak berpamitan dengan kami, setelah sampai nya diSampit ketika dibandara yang satu pertanda,dalam sebuah kertas yang dicetak oleh kariyawan bandara untuk diberikan kepada penumpang kerika itu nama Lovela lah yang terus menerus keluar sengdangkan Ibu dan kaka yang kedua tidak keluar2.  Lamaa berjam2 ibu dan kaka menunggu  akhirnya nama mereka keluar. Tak ada terpikir dibenak ibu dan kaka nya jika ia ingin pergi. Sesampainya dijakarta adik ini sangatttt senang ia sangat gembira karena dihari ulang tahunnya ia meminta kepada orang tua nya untuk membawakan dia pergi kejakarta. Tiga hari lamanya sang Adik ini pun pulang kekalimantan tengah lagi.  Saat itu tak langsung pulang kepelantaran desa kami tapi hanya berdiam dissampit kaarena ia mengalami sakit panas tinggi saat itu dibawalah ia oleh keluarga kami keRumah sakit Murjani  disana ia ternyata mengalami SAKIT DEMAM BERDARAH. Saat itu dia tak ingin minum padahal dari pihak rumah sakit ia ddiwaajibkaan unntuk minum, tetapi tetap saja  ia tak mau.
Tak lama kemudian ia masuk UGD ( unit gawat darurat) .  dketika aku pergi kesana aku melihat adik ku berbaring lemah tak berdaya,aku menangis melihat adikku.tak hari demi hari banyak orang yang masuk diruangan itu meninggal, Ibu dari adikku ini putus asa karena ia takut anak nya juga mengalami hal yang sama seperti yang lainnya, Tangis yang seting kali didengar, saat itu adik ku Bilang”Mah ade sayang mamah” mamah nya pun menangis ketika mebedengar anak nya berkata seperti itu. Saat itu banyak orang yang member semangat kepadanya “Love yang semngat harus bisa sembuh jngan sakit lagi. Kami sayang lovela.
Ada  pada suatu hari “ka,nanti kalau openg sudah sembuh openg mau pulang,openg mau kerumah.” “Ia openg cepeng cepat sembuh jangan sakit2 lagi yah,”
Aku berada di Sampit kurang lebih tiga hari. Dari hari sabtu sampai hari senin. Hari senin.
Hari senin pun kami menuju keRumah sakit untuk berpamitan pulang kePelantaran, didalam UGD aku ,oom,mina,dan kaka kaandung nya Lovela Berdoa supaya ia diberi kesehatan dan supaya cepat sembuh. “Dee,kaka pulang lah,cepat sembuh.”
Disitu ia tak menjawab apa2 pun,
Pagi selasa sekitaran jam 7 ia akhirnya berpulang kerumah Bapa disorga, ketika itu aku ingin pergi kesekolah .
Kami terkejut ketika mendengar kalau adik ku ini KRITIS sekali  . dan dengan cepat kami ingin pergi lagi kesampit untuk berkumpul disana,mendoakan ia supaya tidak  Kritis lagi tapii,Tuhan berkehendak lain Lovela Pergi untuk selama-lamanya, pada hari itu Lovela berumur “delapan tahun satu bulan sattu hari”.
Banyak orang menangis karena kepergiaanya . Kini tak ada laagi yang dapat mendengarkan  canda ttawanya,tak ada lagi senyum manisnya.yang ada hanya kenangan indah yang tersisa. Seorang Gadis kecil yang berjuang untuk dapat bertahan tetapi tak mampu untuk menahan sakitnya kabel-kabel yang ada dalam dirinya suntik-suntik yang membiru dan membekas yang menancap ditubuhnya..
Selamat Tinggal LOVELA TIOKA ANGGELIKA BORU PANDINGAN.