Ada
seorang anak kecil yang lucu,imut,hitam manis kdang menjengkelkan tetapi
penyanyang ,Namanya Lovela ia anak keempat dari empat bersaudara, ia juga adalh
adik sepupuku ,
Ketika
ia berulang Tahun yang kedelappan tahun ia mengharapkan papah dan mamah nya
diberi kesehattan kekuatan dan umur yang panjang, ia juga berdoa demikian untuk
diri nya sendiri, dan saat itu abang angkatnya ingin wisuda diJAKARTA
Setelah
beberapa hari kemudian adik terkasihku
ini pergi kejakarta,untuk menemuai abangnya, mungkin sudah pertanda bahwa ia
akan pergi, Ia pergi kejakarta tak
berpamitan dengan kami, setelah sampai nya diSampit ketika dibandara yang satu
pertanda,dalam sebuah kertas yang dicetak oleh kariyawan bandara untuk
diberikan kepada penumpang kerika itu nama Lovela lah yang terus menerus keluar
sengdangkan Ibu dan kaka yang kedua tidak keluar2. Lamaa berjam2 ibu dan kaka menunggu akhirnya nama mereka keluar. Tak ada terpikir
dibenak ibu dan kaka nya jika ia ingin pergi. Sesampainya dijakarta adik ini
sangatttt senang ia sangat gembira karena dihari ulang tahunnya ia meminta
kepada orang tua nya untuk membawakan dia pergi kejakarta. Tiga hari lamanya
sang Adik ini pun pulang kekalimantan tengah lagi. Saat itu tak langsung pulang kepelantaran
desa kami tapi hanya berdiam dissampit kaarena ia mengalami sakit panas tinggi
saat itu dibawalah ia oleh keluarga kami keRumah sakit Murjani disana ia ternyata mengalami SAKIT DEMAM
BERDARAH. Saat itu dia tak ingin minum padahal dari pihak rumah sakit ia
ddiwaajibkaan unntuk minum, tetapi tetap saja
ia tak mau.
Tak
lama kemudian ia masuk UGD ( unit gawat darurat) . dketika aku pergi kesana aku melihat adik ku
berbaring lemah tak berdaya,aku menangis melihat adikku.tak hari demi hari
banyak orang yang masuk diruangan itu meninggal, Ibu dari adikku ini putus asa
karena ia takut anak nya juga mengalami hal yang sama seperti yang lainnya,
Tangis yang seting kali didengar, saat itu adik ku Bilang”Mah ade sayang mamah”
mamah nya pun menangis ketika mebedengar anak nya berkata seperti itu. Saat itu
banyak orang yang member semangat kepadanya “Love yang semngat harus bisa
sembuh jngan sakit lagi. Kami sayang lovela.
Ada pada suatu hari “ka,nanti kalau openg sudah
sembuh openg mau pulang,openg mau kerumah.” “Ia openg cepeng cepat sembuh
jangan sakit2 lagi yah,”
Aku
berada di Sampit kurang lebih tiga hari. Dari hari sabtu sampai hari senin.
Hari senin.
Hari
senin pun kami menuju keRumah sakit untuk berpamitan pulang kePelantaran,
didalam UGD aku ,oom,mina,dan kaka kaandung nya Lovela Berdoa supaya ia diberi
kesehatan dan supaya cepat sembuh. “Dee,kaka pulang lah,cepat sembuh.”
Disitu
ia tak menjawab apa2 pun,
Pagi
selasa sekitaran jam 7 ia akhirnya berpulang kerumah Bapa disorga, ketika itu
aku ingin pergi kesekolah .
Kami
terkejut ketika mendengar kalau adik ku ini KRITIS sekali . dan dengan cepat kami ingin pergi lagi
kesampit untuk berkumpul disana,mendoakan ia supaya tidak Kritis lagi tapii,Tuhan berkehendak lain
Lovela Pergi untuk selama-lamanya, pada hari itu Lovela berumur “delapan tahun
satu bulan sattu hari”.
Banyak
orang menangis karena kepergiaanya . Kini tak ada laagi yang dapat
mendengarkan canda ttawanya,tak ada lagi
senyum manisnya.yang ada hanya kenangan indah yang tersisa. Seorang Gadis kecil
yang berjuang untuk dapat bertahan tetapi tak mampu untuk menahan sakitnya
kabel-kabel yang ada dalam dirinya suntik-suntik yang membiru dan membekas yang
menancap ditubuhnya..
Selamat
Tinggal LOVELA TIOKA ANGGELIKA BORU PANDINGAN.